Selasa, 25 Oktober 2011

BMW Seri 3 Bakal Hadir dengan 9 Percepatan


BMW Seri 3 Bakal Hadir dengan 9 Percepatan

M Luthfi Andika - detikOto
img

Jakarta - 
Baru meluncurkan Seri 3 generasi keenam beberapa waktu lalu, BMW sudah mempersiapkan generasi ke-7 yang akan lahir di 2020 mendatang. Tidak tanggung-tanggung Seri 3 generasi ke-7 ini diklaim akan menjadi kendaraan yang jauh lebih aman, irit dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Seperti dilansir autocar, Selasa (25/10/2011) BMW seri 3 generasi ke-7 ini pun akan memboyong teknologi baru agar bahan bakar bisa lebih effisien.

Pada generasi ke-6 pada mobil sedan Seri 3 memang tidak pernah menggunakan mesin 3 silinder, namun diperkirakan untuk generasi ke-7 di tahun 2020 BMW Seri 3 ini akan menggunakannya.

Mobil sedan ini akan memiliki sistem transmisi terbaru hingga 9 speed. Ada juga sistem sail mode (mode berlayar) yang bekerja bareng dengan sistem satelit navigasi 3D untuk memetakan kondisi jalanan. Jadi begitu mobil mendapati jalanan sedikit menurun, transmisi akan berubah giginya menjadi netral agar mobil bisa melaju tanpa menggunakan sedikit pun energi mesin.

Dan BMW seri 3 generasi ke-7 pun memiliki target untuk kendaraan ini akan mencapai CO2 hingga 77g/km dan akan terus menurun hingga 70 g/km di 2025 mendatang tentu dengan bantuan mesin listrik.

Tidak berhenti sampai disitu, generasi ke-7 dari BMW Seri 3 ini juga akan menggendong mesin diesel, serta akan membuat sitem hybrid pastinya.

Selain itu generasi ke-7 dari BMW seri 3 ini juga akan dilengkapi dengan lanser sensor yang bisa membantu pengendara. Untuk bagian headlamps BMW Seri 3 generasi 7 ini juga akan menggunakan lampu sensor yang dua kali lebih bagus dari LED namun tetap efisien.

BMW yang akan lahir di 2020 ini pun akan menggunakan roda aerodinamik dan akan menggunakan low drag brake atau sistem keamanan yang lebih baik.

Serat karbon pun digunakan di setiap sudut tubuhnya yang berfungsi untuk mengurangi beban kendaraan. 

Minggu, 23 Oktober 2011

cara membut wajan bolik


Dimasa sekarang kita sudah tau jaringan tanpa kabel yaitu Wireless, jaringan ini sudah di legalkan oleh pemerintah pada tahun 2005.. dan sekarang untuk akses jaringan ini kita memerlukan perangkat keras berupa Akses point, WLAN, dan juga USB wi-fi yang bekerja pada frekwensi 2,4 Ghz.. dan apabila kos-kosan kita dekat area hotspot kita hanya memerlukan salah satu perangkat keras diatas, kl kos-kosan kita jauh gimana yah??,, sekarang kita membahas tentang cara membuat antena wajan bolic yang sekarang lagi naik daun. Antena wajan bolic bertujuan untuk memperhemat dana dari pada membeli antena grid atau yagi yang mahal itu, tapi bisa juga sih antena wajan bolic dibuat untuk mecrack keamanan ISP.kekeke langsung saja kita ke topik permasalahan yaitu :
- persiapan : Penggaris, Solder, Bor, gergaji
- bahan : USB Wi-fi, Wajan, Pipa 3 dim, Dop 3 dim 2 pasang, Alumunium Foil, Mur dan Baut, Double tape, Lakban, kabel UTP 15 m, Kabel USB
sekarang kita mulai pembuatannya,
pertama-tama wajan kita ukur panjang diameternya, setelah itu ukur kedalaman wajan.. kemudian kita hitung untuk mengetahui batas feeder pada pipa
Rumus untuk feeder :f = D^2 / (16*d)
keterangan wajan
setelah kita mengetahui batas feeder pada pipa kita memulai melubangi wajan dengan Bor untuk menempelkan Dop pipa nantinya dengan baut dan mur, pada pipanya kita lubangi yang dimana nantinya kita memasang USB wi-fi nya, untuk rumus melubangi pipa dan tinggi USB Wifi dapat dilihat disini
setelah kita sudah mengikuti langkah-langkah tersebut maka kita mulai memasang Alumunium Foil pada Pipa dengan ketentuan batas feeder bebas alumunium foil.. dan jangan lupa dop satunya dikasih alumunium foil juga pada dasarnya, nah setelah selesai pemasangan alumunium foil maka kita lanjutkan dengan pemasangan pipa ke wajan ^_^ setelah itu langkah terakhir pada kabel UTP kita modifikasi dengan kabel USB, untuk modifikasi kabel dapat dilihat pada gambar
Kabel USB
kabel UTP
Modifikasi
modifikasi kabel selesai trus tinggal hasilnya akan seperti ini kira-kira.hehe
Hasil

perbedaan NINJA R dan NINJA RR


terdata punya perbedaan pada beberapa bagian. “Diantaranya fairing, dimana Kawasaki Ninja 150 RR menganut kategori sport sedangkan Kawasaki Ninja 150 R masuk kategori turing,” jelas Freddyanto Basuki, marketing dan riset development PT, Kawasaki Motor Indonesia (KMI).
Konfigurasi rangka juga berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh perbadaan bodi depan alias fairing. “Jika Kawasaki Ninja 150 RR tergolong full cowling atau bagian depannya tertutup fairing sepenuhnya. Nah untuk Kawasaki Ninja 150 RR, rangkanya terbuat dari besi baja bulat. Sedangkan Kawasaki Ninja 150 R pakai besi baja kotak,” urai Freddy.
Soal kelebihan dan kekurangan, jelas tergantung pada selera juga peruntukkannya. Artinya kalau bro Achmad lebih sreg dengan tampilan sport berfairing, silahkan merujuk Kawasaki Ninja 150 RR. “Iya tapi kalau ingin bergaya sport naked dan doyan turing, maka pilih Kawasaki Ninja 150 R,” imbuh pria ramah ini lagi.
Harga On The Road (OTR) Kawasaki Ninja 150 RR dibanderol Rp 32.200.000. Sedangkan harga OTR Kawasaki Ninja 150 R punya 3 varian, yakni Ninja M (Rp 22.000.000), Ninja N (Rp 24.550.000) dan Ninja L (Rp 24.750.000).